MERAUKE TANGGAP
COVID-19

Pusat Informasi Pandemi COVID-19 Pemerintah Kabupaten Merauke.

Hubungi Layanan Call Center SATGAS COVID-19 KAB. MERAUKE

082399693240 082399693241

Semua Berita

Selain Membubarkan Kerumunan, Empat Kios Juga Disegel Satgas Covid-19

Tim satgas Covid-19 Kabupaten Merauke membubarkan kerumunan warga di Pantai Lampu Satu serta menyegel empat kios yang buka hingga pukul 22.00 Wit.

Pembubaran kerumunan warga dilakukan pada sore hari dan malamnya penyegelan empat kios yang melanggar jam yang sudah ditentukan. Pembubaran dilakukan karena terjadi kerumunan warga di Pantai Lampu Satu untuk berrekreasi.

“Kita sudah bubarkan warga di Pantai lampu Satu dan malamnya kita sudah segel 4 kios yang masih membuka hingga pukul 22.00 wit,” terang Kepala Kepolisian Resor Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M. Hum melalui Kasat Binmas AKP Horas Nababan yang masuk dalam regu V Satgas Covid-19, Senin (26/07).

Selain itu tim juga menindak tegas, dua warga yang tidak pakai masker di Areal Bandara Mopah Merauke dengan beri sanksi sosial 10 kali push up.

Warga Merauke diimbau agar tetap patuhi protokol kesehatan terutama selalu memakai masker bila perlu dobel. mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, sehingga Merauke dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Get) 

Sumber : Suara Merauke

Selengkapnya

Langgar Edaran Bupati, Belasan Usaha Disegel Hingga Pencabutan Ijin

Satpol PP Merauke telah menyegel 11 usaha dan pencabutan 5 ijin usaha di Kota Merauke.

Tindakan ini karena pemilik usaha seperti warung makan, kios dan pedagang kaki lima melanggar edaran bupati yang berkaitan dengan jam operasi di tengah Pandemi Covid-19, yakni sampai jam 08.30 WIT dan melanggar protokol kesehatan.

"Sudah ada 11 yang disegel, lima pencabutan ijin dan sekitar 30 orang yang membuat surat keterangan," terang Kasatpol PP Merauke, Elias Refra, Jumat (23/07).

Satpol PP juga mengangkut dandang bakso maupun gerobak tempat jual karena berulang kali ditegur tapi masih bandel. Meski begitu, barang-barang tersebut hanya diamankan sementara waktu saja, selanjutnya dikembalikan ke pemiliknya.

Lebih parah lagi, ada yang nekad main kucing-kucingan, yaitu berpura-pura tutup saat ada Tim Satgas lalu dibuka kembali setelah tim tinggalkan tempat. Sebagai langka tegas, tim melalui petugas Satpol PP melakukan penyegelan dan pencabutan ijin usaha.

Untuk itu Elias minta kesadaran masyarakat supaya turut mendukung panggulangan Covid-19 di Merauke. Setiap keputusan pemerintah semata-mata demi keselamatan bersama, sehingga semua pihak wajib mematuhinya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, kasus Covid-19 di Merauke masih tinggi. Khusus yang meninggal terjadi hampir setiap hari. Dan Per Jumat (23/07), jumlah pasien meninggal sebanyak 9 orang. Angka ini jauh lebih tinggi dari yang sebelumnya yakni kisaran 1-5 yang meninggal karena terpapar. (Get) 

Sumber : Suara Merauke

Selengkapnya

Satgas Covid Diperintahkan Pukul Atau Rotan Warga Tidak Pakai Masker

Masuknya virus varian delta di Merauke, membuat Pemkab setempat mengambil kebijakan lebih tegas kepada masyarakat yang tidak memakai masker.

Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT mengatakan, selaku pimpinan daerah, dirinya telah memerintahkan kepada Tim Satgas Covid agar lebih tegas kepada pelanggar tidak bermasker yakni dengan cara dirotan atau dipukul. Hal yang sama juga berlaku bagi toko, rumah makan, kafe atau kios yang buka di atas jam 08.00 WIT malam.

"Kalau sebelumnya sanksinya hanya berupa push up dan skot jump, bila perlu dipukul atau dirotan, kita tidak main-main," tegas Romanus di Kantor Bupati, Rabu (21/07).

Ketegasan ini karena varian delta sangat ganas dengan tingkat penularan dan kematian begitu cepat. Merauke sendiri dalam sehari rata-rata yang meninggal akibat Covid kisarannya1-4 orang bahkan sampai 5 orang.

Vaarian baru ini diketahui ada setelah pemeriksaan sampel 10 orang yang dikirim ke Jakarta belum lama ini dan hasilnya terkonfirmasi Covid-19 varian delta.

Langkah berikut yang diambil setiap yang masuk ke Merauke harus PCR. Dan jika angka peningkatannya capai 500 jiwa, maka Kota Merauke dan semua distrik juga akan dilockdown alias tutup tidak ada aktifitas keluar dan masuk.

"Saya yakin orang Papua tidak akan mati walaupun tidak makan nasi. Bukan berarti kita tutup akses berarti orang akan mati, tidak. Tapi kalau orang kena delta akan banyak orang Merauke meninggal. Masyarakat harus sadar diri," ungkap Romanus.

Ia bahkan tidak peduli dengan anggapan masyarakat akan kebijakan yang diambilnya berkaitan dengan Covid di Merauke. Sebab kalau dibiarkan, orang Merauke akan habis, tutur Romanus. (Get)

Sumber : Suara Merauke

Selengkapnya

Waspada, Covid-19 Varian Delta Sudah Sampai Merauke

Satgas Covid-19 Papua mengonfirmasi virus corona varian delta sudah masuk ke Kabupaten Merauke. "Tadi malam, Senin (19/7/2021) sudah dapat konfirmasi dari teman-teman di Litbangkes bahwa dari 12 sampel (pasien di RSUD Merauke) yang diperiksa, 10 dinyatakan positif varian delta," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, Silwanus Sumule, di Jayapura, Selasa (20/7/2021).

Dengan masuknya varian tersebut, seluruh pihak harus membangun kesadaran diri bersama bahwa protokol kesehatan (prokes) harus dijalankan.

Silwanus menegaskan, walau dari sisi klinis virus tersebut baru ditemukan di Merauke, tidak menutup kemungkinan varian delta sudah ada di kabupaten lain yang ada di Papua. Hal ini dikarenakan baru dua kabupaten di Papua yaitu Jayawijaya dan Asmat yang menutup bandara dan pelabuhannya.

"Virus ini yang bergerak melalui manusia. Kalau masih ada pembukaan, aktivitas masyarakat masih tetap jalan, artinya virus ini tetap bergerak. Jadi tidak menutup kemungkinan virus ini sudah ada di kabupaten lain," kata Silwanus. Dia juga meminta aparat keamanan untuk tegas melakukan penindakan kepada siapa saja yang tidak menjalankan prokes. Pengetatan Merespons masuknya varian delta ke Merauke, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memastikan akan mendukung seluruh kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait dengan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Kami akan lebih ketat dan menindak siapa saja yang tidak jalankan prokes," kata Fakhiri. Hingga Senin (19/7/2021), ada 30.188 kasus Covid-19 di Papua. Dari jumlah tersebut, 5.378 pasien masih dirawat, 24.015 orang sembuh, dan 634 pasien meninggal dunia.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2021/07/20/141912878/waspada-covid-19-varian-delta-sudah-sampai-merauke-papua?page=all.

Selengkapnya

21 Desember 2020 : Penambahan 28 Kasus Konfirmasi Positif Covid19 dan 1 Kasus Meninggal di Merauke

SATGAS COVID-19 KAB. MERAUKE - Penambahan 28 Kasus Konfirmasi Positif Covid19 dan 1 Kasus Meninggal di Merauke pada tanggal 21 Desember 2020 merupakan jumlah akumulasi terbanyak sepanjang sejarah Kabupaten Merauke dilanda krisis pandemi CoronaVirus pada Maret 2020 lalu. Serta, merupakan kasus konfirmasi meninggal pertama di Kabupaten Merauke.

Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke.

Masyarakat tetap diminta selalu mengutamakan perilaku 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dan menerapkan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) dalam kehidupan sehari-hari guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Selengkapnya

Update Covid 7 Desember 2020 : Rekor baru kasus konfirmasi tertinggi di Merauke

Update Data terbaru Covid-19 tanggal 7 Desember 2020, Merauke cetak rekor kasus konfirmasi tertinggi selama terjadinya pandemi bulan Maret lalu.

Setelah sehari sebelumnya terdapat 40 kasus konfirmasi. maka, saat ini meningkat menjadi 45 kasus.

Selengkapnya

Syarat Keluar Masuk Kabupaten Merauke Di Tengah Pandemi Covid-19

Situasi pandemi Covid-19 masyarakat dihimbau agar tetap beraktivitas dirumah untuk mengurangi penyebaran.

Meskipun kunjungan ke beberapa daerah tidak dilarang, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 memberikan persyaratan khusus untuk bisa keluar-masuk wilayah Kabupaten Merauke.

Tim Gugus Tugas telah membuat aplikasi dari Google Form untuk persyaratan keluar-masuk tersebut.

Berikut adalah link yang dapat di akses dan di isi oleh calon masyarakat yang ingin keluar maupun masuk wilayah Merauke Surat Ijin Keluar Masuk

Selengkapnya

SIKM Merauke Online (SIPACE)

Sistem Pelayanan Cepat Online (SIPACE), adalah sebuah aplikasi/fitur dari Google (Google Form) yang dikembangkan oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke.

Aplikasi ini digunakan untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke Wilayah Kabupaten Merauke. Asisten 3 Sekda Merauke, Yacobus Duwiri, SE, M.Si mengungkapkan pengurusan bisa langsung diakses melalui telepon pintar masing-masing.

“Iya kita sudah mulai untuk surat izin keluar masuk itu kita gunakan sistem yang kita buat supaya tidak terjadi penumpukan di posko sini, kan kita harus menjaga jarak. Jadi biar mereka yang punya handphone langsung bisa akses saja. Setelah itu kita sudah bisa keluarkan surat rekomendasi pemerikasaannya,” kata Duwiri kepada wartwan, di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2020).

Berdasarkan tahapan yang diberlakukan, masyarakat sebelum mengurus SIKM, terlebih dahulu harus mengurus pemeriksaan kesehatan. “Pertama dia harus lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, baru nanti surat izinnya dikeluarkan,” ujar Pria yang juga menjabat Wakil Sekretasris Satgas Covid-19 ini.

Selengkapnya

Seorang Balita Positif Covid-19, Merauke Tidak Lagi Zona Hijau

Zona hijau atau status kosong pasien covid-19 di Kabupaten Merauke hanya bertahan dua minggu saja. Seorang balita dinyatakan positif Covid-19, setelah  pemeriksaan swab oleh tim medis gugus tugas Covid-19 Kabupaten Merauke. Dengan adanya pasien postif Covid-19 tersebut,  Merauke tidak lagi menjadi zona hijau.

Juru Bicara Covid-19 di Kabuputen Merauke, dr. Nevile R. Muskita menyampaikan satu orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan rentan waktu 12 hari pasca dinyatakan nol merupakan seorang balita perempuan berusia 4 tahun.

"Seorang anak perempuan umur 4 tahun". ujar Nevile dalam jumpa pers, Rabu (1/7).

Dikatakan Nevile, yang bersangkutan bersama dengan keluarga pada hari Sabtu 27 Juni 2020 berencana pulang ke Makassar. Dan mengikuti rapid tes di Posko Satgas Kantor Bupati Merauke.

"Hari sabtu datang ke posko satgas ditempat rapid tes terkait persyaratan untuk naik pesawat. Dari hasil rapid tes itu, kami menemukam 3 orang hasil rapid tes reaktif yaitu satu keluarga tersebut," kata Nevile.

Tidak menunggu lama, ketiga orang tersebut langsung di karantina di Hotel Asmat. Sembari dilakukan pemeriksaan swab menggunakan PCM.

"Dan ternyata anak tersebut tadi malam dinyatakan terpapar Covid-19," ungkapnya.

Menurut informasi pegakuan keluarga tersebut, lanjut Nevile, mereka berasal dari Kabupaten Asmat.

"Sejak 3 bulan lalu mereka sudah mau ke Makassar, mereka ngaku datang dari Kabupaten Asmat , hanya saja karena lockdown dan selama ini tinggal di Ampera 1," katanya.

Disambung Nevile, tim tengah menelusuri kontak asal penularan anak tersebut.

"Kami masih telusuri kontaknya, rencana orang tua anak itu juga akan di swab untuk mengetahui kemungkinan penularan dari mana. Jika kedua orangtuanya nanti positif kemungkinan dari orang tuanya," tandasnya.

Selengkapnya

Satu Pasien Baru Positif Covid-19, Nevil: Profesinya Sopir Truk

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita mengungkapkan, seorang pasien, sebelumnya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dievakuasi dari Kali Weda beberapa waktu lalu dan dikarantina di Hotel Asmat, dinyatakan positif Covid-19.  Diketahui setelah hasil sampel dikeluarkan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jakarta.

Hal itu disampaikan Nevil saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di posko Covid-19 Kantor Bupati Merauke, Rabu (3/6). Menurutnya, bersangkutan melakukan kontak sebelumnya dengan pasien 14 yang positif dan sudah sembuh.

“Sebelum dievakuasi dan dikarantina, dia tinggal lima hari di rumahnya di Kali Weda. Oleh karena hasil sampel dinyatakan positif, maka tadi pagi keluarganya dievakuasi dan dikarantina di Hotel Asmat untuk diambil sampelnya,” ungkap dia.

Sesuai rencana, besok ada beberapa petugas dari Jayapura tiba di Merauke dan melakukan test cepat menggunakan peralatan di RSUD. Sehingga bisa diketahui hasilnya apakah mereka positif atau negatif.

Ditanya berapa orang keluarga pasien itu, Nevil mengaku empat orang. Hanya tiga sudah dievakuasi dan satu lagi masih di Okaba. “Petugas sudah menelpon bersangkutan tadi pagi dan dalam perjalanan pulang untuk dievakuasi,” katanya.

Menyangkut jumlah pasien covid-19 di RSUD Merauke, Nevil menambahkan, masih dua orang. Hanya hasil terakhir didapatkan dari Labkes, keduanya dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah. “Sehingga hanya tersisa satu yang baru itu.”

Untuk pasien dari Boven Digoel, katanya, awalnya lima positif dan dirawat di RSUD Merauke. Dari lima itu, empat dinyatakan sembuh dan tersisa satu. Namun sampel PDP maupun ODP lainnya yang dikirim beberapa waktu lalu, tiga lagi dinyatakan positif.

“Dengan demikian, untuk pasien Boven Digoel yang sedang diisolasi dan menjalani perawatan di RSUD Merauke berjumlah empat orang,”

Sumber: https://metromerauke.com/2020/06/03/satu-pasien-baru-positif-covid-19-nevil-profesinya-sopir-truk/

Selengkapnya

Jenazah ABK KMN Gemilang Samudera Dievakuasi Menggunakan APD

Seorang Anak Buah Kapal KMN Gemilang Samudera yang meninggal di tengah laut dievakuasi oleh Tim Gabungan ke RSUD Merauke saat kapal yang membawa jenazah tersebut tiba di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, Minggu (10/5). Kapal yang membawa jenazah tersebut tidak diperbolehkan sandar di dermaga.

Kapolres Merauke  AKBP Agustinus  Ary Purwanto, SIK melalui Kasat Polair AKP Micha P.  Toding, SH, SIK membenarkan ketika dikonfirmasi beberapa saat setelah evakuasi jenazah tersebut.

Diketahui, ABK yang meninggal di atas KMN. Gemilang Samudra GT. 140 bernama  Suryana (47) di Perairan Arafura, Minggu (10/5) sekira pukul 06.00 WIT. Korban merupakan warga  Blok Pegenjan Barat  RT 002/ RW 001 Kel. Balerante, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Kasat menjelaskan, jenazah korban dievakuasi dengan APD Covid-19, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kronologis kejadiannya, lanjut Kasat Polair, bahwa pada tanggal 31 Januari 2020 sekitar  pukul 18.00 WIT, KMN. Gemilang Samudra  bertolak dari PPN Merauke menuju ke Fishing Ground Area untuk melakukan kegiatan memancing cumi.

Tepat di perairan Arafura Kabupaten  Merauke, setelah tiba di perairan tersebut kapal beraktifitas seperti biasa. Lalu  pada 7 Mei 2020, korban  Suryana mengeluh sakit perut sampai di bagian ulu hati dan merasakan sesak nafas, tetapi saat itu korban masih dapat melakukan aktifitas kesehariannya seperti  makan, minum dan BAB seperti biasannya.

Namun kondisi badan korban terasa sangat lemas, dan setelah Nahkoda mengetahui korban sakit,  Nahkoda langsung mengarahkan KMN. Gemilang Samudra GT.140 masuk ke pangkalan Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke untuk mengantar korban berobat ke rumah sakit.

Dalam perjalanan masuk ke Pelabuhan Perikanan Merauke, Minggu (10/5)  pukul 06.00 Wit, korban meninggal dunia. “Saat itu kapal sudah berada di sekitar perairan Kumbe, kemudian Nahkoda menyampaikan kejadian tersebut kepada pengurus kapal yang berada di Merauke untuk persiapan dilakukan evakuasi terhadap korban,” jelasnya.

Kemudian, Minggu (10/5) sekira pukul 16.10 WIT, kapal tersebut tiba di sekitar areal kolam  depan Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, selanjutnya jenazah korban langsung dievakuasi oleh Sat Polairud, petugas dari RSUD Merauke dan Petugas Kesehatan Pelabuhan Merauke dengan menggunakan 2  unit speed boat Polairud

Sumber : https://www.ceposonline.com/2020/05/11/jenazah-abk-kmn-gemilang-samudera-dievakuasi-gunakan-apd/

Selengkapnya

Karyawan Korindo Dilarang Belanja di Pasar

Terkait  dengan  ditemukannya 2 warga pasar Prabu, Asiki, Distrik   Jair,  Kabupaten Boven Digoel yang  hasil rapid  testnya   reaktif,  PT   Korindo  Group mengeluarkan  kebijakan  untuk seluruh karyawannya   pertama  untuk  tidak  berbelanja di pasar  Prabu dan  sekitarnya  serta   tidak meneima  tamu  yang  berasal  dari daerah  Prabu  terhitung  sejak 6-20 Mei 2020.

Dikonfirmasi, Kepala   PT Korindo  Group   Cabang   Merauke  Johanes  Rettob membenarkan  larangan  bagi  seluruh karyawan   untuk  tidak  berbelanja  sementara  di pasar  Prabu  tersebut.  ‘’Larangan  ini   sebenarnya   untuk mengantisipasi  hal-hal  yang  tidak  diinginkan. Sebenarnya   hasil  rapid  test  tersebut tidak berarti  bahwa   orang tersebut  sudah pasti  positif, namun  pihak  perusahaan   mengantisipasi  kemungkinan adanya  karyawan  yang   tertular,’’ kata  Johanes Rettob.

Menurut Johanes  Rettob, sejak    ditemukannya  pasien positif Corona   di Merauke, perusahaan  sudah  menerapkan   protokol   kesehatan  dalam  rangka  memutus  penyebaran  Covid-19  tersebut.  Dimana,    karyawan  yang tadinya bisa masuk  kerja sekaligus  harus  dilakukan shift   untuk menghindari  penumpukan  karyawan.

Perusahaan  tetap beroperasi  namun tetap mengacu pada pedoman   pemerintah, dimana   harus   menggunakan  masker dan  jaga  jarak.  Selain  itu,   juga sebagian  karyawan  bekerja  dari  rumah mereka,’’ terangnya.

Bahkan  kata  Johanes  Rettob, sebagian    karyawan  yang telah  cuti  di luar  lokasi  perusahaan  dan tidak bisa kembali  karena  ter-lockdown, namun  hak-haknya   tetap dibayarkan   dan tidak  dikurangi.    ‘’Karena  situasi  yang membuat  mereka   belum bisa  kembali  ke tempat kerja. Tapi  bagi  mereka yang  bisa kerja dari jarak  jauh,  tetap    bisa  melaksanakan  pekerjaanya,’’ tandasnya.

Sumber : https://www.ceposonline.com/2020/05/08/karyawan-korindo-dilarang-belanja-di-pasar/

Selengkapnya

Update Data COVID-19 di Merauke 8 Mei 2020, Terjadi Penurunan ODP sebanyak 19 Kasus

SATGAS COVID-19 KABUPATEN MERAUKE - Berdasarkan pantauan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, hari ini tanggal 8 Mei 2020, telah terjadi penurunan kasus ODP (Orang Dalam Pemantauan) menjadi sebanyak 91 ODP.

Jika dibandingkan dengan data 2 hari yang lalu tanggal 6 Mei 2020, yaitu 110 ODP. Maka, terjadi penurunan sebanyak 19 kasus.

Meskipun terjadi penurunan pada jumlah ODP, untuk kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan), Pasien Positif, Negatif, Meninggal dan Sembuh tidak terjadi perubahan alias stagnan.

Berikut data statistik COVID-19 di Kabupaten Merauke per tanggal 8 Mei 2020 pukul 14:00

ODP = 91

PDP = 2

Positif = 3

Negatif = 20

Meninggal = 0

Sembuh = 10

Selengkapnya

Prajurit TNI Yonif 411 Kostrad Bantu Pemkab Merauke Distribusikan Sembako Untuk Warga

Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG, membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke membagikan paket sembako kepada warga masyarakat di Distrik Naukenjerai, Kab. Merauke, Provinsi Papua, Jumat (8/5/2020).

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., mengatakan bahwa sebanyak tujuh personel Satgas Pos Kuler yang dipimpin oleh Wadanpos Kuler Serka Setyo Sejati membantu Pemkab Merauke membagikan ribuan paket sembako kepada warga.

Kegiatan pendistribusian sembako tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze yang  dilaksanakan di kampung-kampung diwilayah Distrik Naukenjerai, meliputi Kampung Kuler, Kampung Onggaya, Kampung Tomer dan Tomerau, sedangkan untuk Kampung Kondo karena akses susah dijangkau disalurkan melalui jalur laut.

Personel Pos Kuler bersama Pos Ramil Naukenjerai, Polsek Naukenjerai, Pemerintah Distrik Naukenjerai dan instansi terkait lainnya bahu membahu demi kelancaran kegiatan pembagian ribuan paket sembako sebagai wujud kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi virus corona ini.

Sementara itu, Bupati Merauke Frederikus Gebze usai penyerahan sembako secara simbolis kepada warga, meminta masyarakat memperhatikan himbauan dari pemerintah tentang pencegahan penyebaran virus covid-19. "Pertama tidak membuat acara-acara yang mengumpulkan banyak orang, kedua menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan, menggunakan masker jika harus keluar rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Merauke yang kita cintai ini," katanya.

Sumber : <a href="https://tni.mil.id/view-176995-prajurit-tni-yonif-411-kostrad-bantu-pemkab-merauke-distribusikan-sembako-untuk-warga.html"></a>

Selengkapnya

Update Data Papua: Tambahan 4 Kasus Positif COVID-19, 63 Sembuh

SATGAS COVID-19 KABUPATEN MERAUKE. Pemerintah Provinsi Papua melalui Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 mencatat penambahan jumlah pasien positif Covid-19 hingga, Kamis (7/5) pukul 18.10 WIT menjadi 252 orang setelah ada penambahan sebanyak 4 orang.

Penambahan 4 orang ini dengan rincian 3 orang dari Kabupaten Mimika dan 1 orang dari Kabupaten Jayapura.

Dengan demikian, rincian kasus positif Covid-19 di Provinsi Papua dirawat 182 orang, sembuh 63 orang, meninggal 7 orang.

“Perhari ini ada tambahan pasien positif sebanyak 4 orang sehingga total menjadi 252 kasus,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule dalam keterangan pers perkembangan Covid-19 di Papua, Kamis malam.

Lanjut dia, sementara jumlah ODP perhari ini tercatat sebanyak 2.469 orang dan PDP sebanyak 390 orang. Dan yang telah dilakukan pemeriksaan PCR hingga hari ini sebanyak 1.345 sampel.

Khusus di Kabupaten Mimika, penambahan 3 kasus postif berada di Rumah Sakit Tembagapura.

Terkait perbedaan data pasien sembuh terdapat di Mimika. Dimana, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika terdapat 17 pasien. Sedangkan data Satgas Covid-19 Papua terdapat 13 pasien.

Menurut Sumule, pihaknya hingga kini belum mendapatkan laporan, sehingga total pasien sembuh di Mimika masih sebanyak 13 orang.

“Kami sampai saat ini belum menerima data tambahan pasien sembuh yang 4 orang itu,” kata Sumule.

Berikut rincian pasien positif Covid-19 di Provinsi Papua, Kabupaten Mimika 95 kasus, Kota Jayapura 53 Kasus, Kabupaten Jayapura 39 kasus, Nabire 16 kasus, Merauke 13 Kasus, Keerom 11 kasus, Biak Numfor 11 kasus, Sarmi 4 kasus, Jayawijaya 3 kasus, Mamberamo Tengah 2 kasus, Boven Digoel 3 kasus dan Supiori 2 kasus.

Sumber : https://seputarpapua.com/view/update-data-papua-tambahan-4-kasus-positif-covid-19-63-sembuh.html

Selengkapnya

Surat Edaran Bupati Merauke Tentang Perubahan Sistem Kerja ASN

SATGAS COVID-19 KABUPATEN MERAUKE - Bupati Kabupaten Merauke Frederikus Gebze, SE. MSi menerbitkan Surat Edaran bernomor 188.4/1929 dan Tertanggal 5 Mei 2020, terkait Perubahan Sistem Kerja ASN di lingkungan Kerja Pemda Kabupaten Merauke.

Surat Edaran tersebut salah satunya berisi tentang perpanjangan masa pelaksanaan tugas kedinasan di rumah/tempat tinggal dan seluruh proses belajar mengajar tingkat TK/SD/SMP/SMU ditiadakan sampai dengan tanggal 20 Mei 2020, dan dilanjutkan dengan Cuti Bersama terhitung mulai tanggal 21 Mei 2020 sampai dengan tanggal 24 Juni 2020.

 

Selengkapnya

Status Tanggap Darurat COVID-19 di Provinsi Papua diperpanjang selama 28 hari

SATGAS COVID-19 Kabupaten Merauke - Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal, SE. MM mewakili Gubernur Papua memberikan keterangan pers kepada para wartawan bertempat di Gedung Negara Dok. V Jayapura. Dihadiri oleh Ketua DPRP dan Ketua Satuan Tugas Pengendalian, Pencegahan, dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua serta beberapa pejabat terkait memberikan keterangan berupa perpanjangan status Tanggap Darurat COVID-19 di Provinsi Papua selama 28 hari kedepan.

"Memperpanjang status Tanggap Darurat Pencegahan dan Penanganan CoronaVirus Disease 19 atau COVID-19 di Provinsi Papua selama 28 hari, 2 kali masa inkubasi COVID-19 terhitung mulai tanggal 7 Mei sampai dengan 4 Juni 2020". jelasnya.

Kondisi ini diambil mengingat data kasus COVID-19 di Provinsi Papua tidak terjadi penurunan secara signifikan, melainkan terjadi lonjakan kasus khususnya di Kabupaten Mimika dengan klaster PT. Freeport Indonesia.

"Data Satuan Tugas Pengendalian, Pencegahan, dan Penanganan COVID-19 Provinsi Papua hingga Senin (4/5) menyebutkan akumulasi kasus pasien positif COVID-19 di Mimika telah mencapai 87 kasus. Dari 87 itu, sebanyak 51 kasus berada Distrik Tembagapura yang merupakan areal tambang emas milik PT Freeport Indonesia," ujar Klemen Tinal di Jayapura, Selasa (5/5/2020)

"Kami akan minta penjelasan dari Freeport, terkait penanganan kasus COVID-19 bagi karyawan yang berada di highland (dataran tinggi) maupun di lowland (dataran rendah)," terangnya.

Klemen Tinal menuturkan Freeport sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Papua mesti mengikuti kebijakan pemerintah daerah setempat terkait penanganan COVID-19.

Selengkapnya

Tertular dari Ibu, Balita di Merauke Positif Covid-19

SEORANG balita perempuan harus dirawat di RSUD Merauke, Papua, karena terkonfirmasi positif covid-19. Balita itu tertular virus korona dari ibunya. Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Merauke Neville Maskita.

"Memang benar ada balita yang dirawat di rumah sakit karena positif virus korona dan saat ini kondisinya relatif stabil," katanya, Kamis (30/4) malam.

Ia menjelaskan, awalnya, ibu balita itu yang merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Lantamal XI Merauke, terpapar virus korona dan dirawat di rumah sakit.

"Ibu yang berusia sekitar 30 tahun itu terpapar dari temannya di Manado yang terlebih dahulu dinyatakan positif covid-19," kata Neville.

"Berdasarkan keterangan ibu balita itu, dirinya baru beberapa waktu lalu tiba di Merauke setelah sebelumnya berkunjung ke Jakarta, Manado, dan Makassar," katanya.

Menurut dia, pengasuh balita itu juga terkonfirmasi positif virus korona, sehingga ketiga orang itu kini dirawat di RSUD Merauke.

Di Kabupaten Merauke secara kumulatif tercatat 13 kasus covid-19. Namun, yang dirawat saat ini tercatat lima orang dan delapan orang lainnya dinyatakan sembuh.

 

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/309270-tertular-dari-ibu-balita-di-merauke-positif-covid-19

Selengkapnya

PDP dari Boven Digoel Positif Covid-19, Nevil: Dia Penumpang Lion Air

Metro Merauke – Satu lagi pasien dalam pengawasan (PDP) yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dinyatakan positif corona atau covid-19.

Pasien berjenis kelamin perempuan dengan usia 31 tahun itu adalah rujukan dari Kabupaten Boven Digoel. Dia juga salah satu penumpang Lion Air tanggal 23 Maret 2020.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita saat jumpa pers di posko satgas covid-19 kantor bupati Rabu (21/4). “Saya sudah melakukan koordinasi ke provinsi dan pasien tersebut masuk data Kabupaten Boven Digoel meskipun menjalani perawatan di RSUD Merauke,” katanya.

Dikatakan, begitu mengetahui hasilnya semalam dari Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jakarta, pihaknya juga langsung melakukan komunikasi bersama Kepala Dinas Kesehatan Boven Digoel. Sekaligus dapat dicari tahu disana dengan siapa saja pasien melakukan kontak.

“Kita juga akan mencari tahu di Merauke, apakah pasien tersebut setelah turun dari pesawat Lion Air, langsung menggunakan mobil ke Boven Digoel atau masih bermalam disini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nevil mengatakan, dengan bertambahnya satu pasien covid-19, maka jumlah yang sedang menjalani perawatan di RSUD Merauke adalah enam orang.

“Untuk Merauke masih lima orang. Sedangkan Boven Digoel satu orang. Dengan demikian, jumlahnya enam orang,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya juga mengirim sampel satu pasien positif agar diuji lagi pasca pengobatan, namun hasilnya masih positif. Olehnya bersangkutan masih diisolasi sekaligus dirawat. Sehingga belum dinyatakan sembuh.

“Kita juga mengirim sampel salah satu orang dalam pemantauan (ODP) yang merupakan keluarga pasien 13 dan 14 (suami-isteri) yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19 dan hasilnya negatif,” ungkapnya.

Selengkapnya

Bupati Merauke Ingatkan Pengguna Medsos Sampaikan Berita yang Positif

Metro Merauke – Bupati Merauke, Frederikus Gebze mengingatkan kepada pengguna media sosial (medsos) agar menyampaikan berita yang positif dan menggembirakan kepada masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Bupati Freddy saat jumpa pers di posko covid-19 kantor bupati Rabu (8/4). Dikatakan, dengan informasi melalui medsos yang disampaikan secara baik, tentunya masyarakat tidak merasa panik sehubungan dengan covid-19.

“Ya, karena adanya penyebaran covid-19 yang hoax atau negatif, sehingga menimbulkan ketakutan masyarakat,” ungkapnya.

Kepada rekan-rekan jurnalis, pintanya, agar berita ditulis dengan baik dan menggembirakan. “Kita tahu bersama bahwa dua pasien covid-19 disembuhkan setelah dilakukan perawatan di RSUD Merauke dan kini mereka sudah pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat tetap tenang di rumah. Karena penanganan covid-19 terus dilakukan secara berjenjang dari pusat, provinsi, kabupaten, distrik hingga kampung melalui satgas.

Selengkapnya

Masyarakat Harus Berperan Cegah Covid-19

Metro Merauke – Masyarakat diminta harus berperan aktif dalam pencegahan virus corona atau covid-19 dengan melakukan physical distancing atau pembatasan fisik. Selain itu, mencuci tangan dengan sabun, selalu menggunakan masker serta mengkonsumsi makanan bergizi.

Permintaan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Lentera Kasih (Yaleka) Maro Merauke, Dr,  dr. Titus Tambaip, M.kes kepada Metro Merauke  Sabtu (18/4). “Yakin dan percaya dengan mengikui anjuran yang telah disampaikan pemerintah,  kita mampu mengalahkan pandemik covid-19 di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Merauke,” katanya.

“Tuhan dan para leluhur di negeri ini akan selalu bersama kita. Setiap waktu dan kesempatan, kita  juga harus berdoa agar virus tersebut segera berakhir,” pintanya.

Untuk diketahui, jumlah pasien positif covid-19 di Papua sudah mencapai  puluhan. Jumlah tersebut menyebar di sejumlah kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Merauke sebanyak lima orang yang kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Lebih lanjut Tambaip  mengatakan, gejalah munculnya  covid-19 adalah  demam, batuk-pilek dan flu serta suhu badan diatas 38 derajat.

“Saya meminta jika ada warga yang mengalami gejalah seperti demikian, segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan, sehingga dapat diketahui secara akurat,” pintanya.

Selengkapnya

Masyarakat di Kampung Urumb Dapat Bantuan Sembako

Metro Merauke – Kasat Lantas Polres Merauke, Iptu Ferry Mehue bersama anggotanya melakukan kunjungan ke Kampung Urumb, Distrik Semangga, sekaligus memberikan sembako kepada masyarakat setempat di saat virus corona atau covid-19 yang  sedang terjadi.

Dari rilis yang diterima Metro Merauke, Senin (20/4), Kasatlantas mengatakan, selain untuk masyarakat di Kampung Urumb, bantuan sembako diberikan juga kepada para penjual air maupun pekerja serabutan.

Dikatakan, sembako yang diberikan, selain beras, juga super mie dan lain-lain. “Ya, tentunya  disaat seperti begini, warga pasti mengalami kesulitan mendapatkan makanan,” ungkapnya.

“Apa yang kami lakukan  sebagai upaya embantu kebijakan pemerintah dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan setelah adanya virus corona,” ujarnya.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arifin menambahkan, dengan bantuan sembako yang diberikan, akan membantu masyarakat.

“Ya ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian dari kepolisian terhadap masyarakat di pinggiran kota dan sekitarnya,” katanya.

Selengkapnya

Dapur Umum Dibangun, Kapolres Merauke: Kita Kerjasama Dengan TNI

Metro Merauke – Sejak beberapa hari terakhir, Polres Merauke bersama Kodim 1707 membangun dapur umum,  sekaligus menyiapkan  makanan untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agustinus Ary P kepada sejumlah wartawan Senin (20/4) menjelaskan, dengan dibukanya dapur umum, perwakilan dari anggota TNI/Polri bersama ibu-ibu bhayangkari  dapat memasak. “Kita menyepakati dapur umumnya dibuka di Polres Merauke,” ujarnya.

Setelah makanan disiapkan, lanjut Kapolres, dikemas dalam porsi  sekaligus dibagikan kepada masyarakat seperti mama-mama yang berjualan di sekitar pasar maupun para tukang ojek.

“Dalam sehari kita menyiapkan 200 porsi makanan. Nanti setelah dikemas, langsung dihantar oleh anggota ke sejumlah titik sasaran,” ungkapnya.

Menu makanan yang disiapkan itu, katanya, hanya untuk siang. “Kita akan terus menjalankan dapur umum hingga wabah covid-19 selesai,” ungkapnya.

Dandim 1707 Merauke, Letkol (Inf) Eka Ganta Chandra mengatakan,  dukungan dana untuk menunjang dapur umum adalah dari Polres dan Kodim serta  sumbangan beras dari anggota.

“Kita terus bersinergi bersama Polri membangun dapur umum dengan sasaran  membagikan makanan kepada masyarakat yang belum makan secara teratur setelah covid-19,” katanya.

Selengkapnya

Eks penumpang KM Tatamailau jadi PDP covid-19 di Merauke

Seorang perempuan berusia 20 tahun  dievakuasi tim medis ke Rumah Sakit Umum Daerah Merauke. Dia mengalami demam dan sakit tenggorokan sehingga dikhawatirkan terinfeksi  covid-19.

“Beberapa hari lalu, mamanya datang ke Posko Satgas Covid-19 di Kantor Bupati Merauke. Dia mengabarkan anaknya mengalami  demam dan sakit tenggorokan,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Merauke Nevil Muskita kepada Jubi melalui telepon, Selasa (14/4/2020).

Petugas posko seketika itu juga menghubungi Nevil. Nevil pun kemudian mengerahkan sejumlah tenaga medis puskesmas untuk mengevakuasi remaja tersebut dari rumah.

“Dia ternyata memiliki riwayat perjalanan dari Timika dengan KM Tatamailau pada 26 Maret lalu. Yang bersangkutan kemudian ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) karena memiliki gejala (menyerupai covid-19). Kini, dia menjalani perawatan di rumah sakit,” jelas Nevil.

Tim medis akan mengambil sampel darah pasien tersebut. Sampel itu selanjutnya dikirim untuk diperiksakan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jakarta.

Wakil Ketua DPRD Merauke Dominikus Ulukyanan mengapresiasi kerja cepat tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat dalam menanggani pasien covid-19. “Kami mendukung penuh upaya tenaga medis yang bertugas (untuk merawat pasien covid-19) di RSUD Merauke.”

Selengkapnya

Jumlah Pasien Covid-19 di Merauke Terus Bertambah

Jumlah pasien  corona (covid-19) di Kabupaten Merauke bertambah. Malam ini diumumkan satu pasien dalam pengawasan (PDP) 18, laki-laki berusia 32 tahun dinyatakan covid-19.

Dengan demikian, jumlah pasien covid-19 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke empat orang.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita saat jumpa pers di sekretariat covid-19 kantor bupati Senin (13/4) malam. “Saya ingin sampaikan klarifikasi bahwa sesuai penjelasan saya beberapa hari lalu, pasien dalam pengawasan (PDP) 18 hasilnya negatif. Namun sesuai aturan, harus dua kali specimen dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jakarta untuk diuji ,” ungkapnya.

Rupanya, jelas Nevil, terjadi mis komunikasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Papua. Karena yang disampaikan hasil dari  pasien bersangkutan negatif.

“Tadi baru disampaikan hasil kedua dan ternyata bersangkutan positif covid-19. Dengan demikian, PDP yang terkonfirmasi positif bertambah menjadi empat orang,” ujarnya.

Untuk pasien itu, menurutnya, melakukan kontak bersama suami isteri yang sebelumnya telah dinyatakan positif covid-19. Dimana mereka tinggal bersama.

“Tambahan juga untuk rekan-rekan jurnalis bahwa pasien suami isteri itu, satunya (suami) sudah sembuh dan telah pulang ke  rumah. Masih tersisa isteri  sedang menjalani perawatan,” ungkapnya.

Ditambahkan, hingga sekarang dua PDP sedang dirawat di RSUD Merauke. Rencananya besok, sampel mereka akan dikirim melalui pesawat Boeing milik TNI AU.

Selengkapnya

Nevil Muskita: Laju Covid-19 di Merauke Tidak Terlalu Cepat

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita mengungkapkan, laju  virus corona (covid-19) di Merauke tidak terlalu cepat dibandingkan kabupaten/kota lain di Papua.

Demikian disampaikan Nevil saat dihubungi melalui telpon selulernya Selasa  (14/4). “Laju covid-19 di Merauke tak cepat dibanding daerah lain seperti Timika dan Jayapura serta Wamena-Jayawijaya. Barusan di Wamena tiga orang  dinyatakan positif covid-19, lantaran klaster disana banyak,” katanya.

Kalau untuk Kabupaten Merauke, menurutnya, muncul positif pertama adalah klaster dari Bogor. Namun kelihatan sudah selesai dan sekarang disibukan  adalah klaster  Timika, terkait yang di Lembang.

“Teman-teman dari Jayapura juga mewanti-wanti kami agar selalu berhati-hati,” ujarnya.

Sesuai laporan dari Jayapura, katanya, ternyata selain klaster dari Lembang dan Bogor, juga dari Gowa yang  banyak ditemukan positif covid-19.

Selengkapnya

Statistik Kunjungan

70

Hari ini

109

Kemarin

185

Bulan ini

91998

Tahun ini

168345

Total

3

Online