MERAUKE TANGGAP
COVID-19

Pusat Informasi Pandemi COVID-19 Pemerintah Kabupaten Merauke.

Hubungi Layanan Call Center SATGAS COVID-19 KAB. MERAUKE

082399693240 082399693241

Karyawan Korindo Dilarang Belanja di Pasar

 Sabtu, 09 Mei 2020 20:45  133 kali dilihat

Terkait  dengan  ditemukannya 2 warga pasar Prabu, Asiki, Distrik   Jair,  Kabupaten Boven Digoel yang  hasil rapid  testnya   reaktif,  PT   Korindo  Group mengeluarkan  kebijakan  untuk seluruh karyawannya   pertama  untuk  tidak  berbelanja di pasar  Prabu dan  sekitarnya  serta   tidak meneima  tamu  yang  berasal  dari daerah  Prabu  terhitung  sejak 6-20 Mei 2020.

Dikonfirmasi, Kepala   PT Korindo  Group   Cabang   Merauke  Johanes  Rettob membenarkan  larangan  bagi  seluruh karyawan   untuk  tidak  berbelanja  sementara  di pasar  Prabu  tersebut.  ‘’Larangan  ini   sebenarnya   untuk mengantisipasi  hal-hal  yang  tidak  diinginkan. Sebenarnya   hasil  rapid  test  tersebut tidak berarti  bahwa   orang tersebut  sudah pasti  positif, namun  pihak  perusahaan   mengantisipasi  kemungkinan adanya  karyawan  yang   tertular,’’ kata  Johanes Rettob.

Menurut Johanes  Rettob, sejak    ditemukannya  pasien positif Corona   di Merauke, perusahaan  sudah  menerapkan   protokol   kesehatan  dalam  rangka  memutus  penyebaran  Covid-19  tersebut.  Dimana,    karyawan  yang tadinya bisa masuk  kerja sekaligus  harus  dilakukan shift   untuk menghindari  penumpukan  karyawan.

Perusahaan  tetap beroperasi  namun tetap mengacu pada pedoman   pemerintah, dimana   harus   menggunakan  masker dan  jaga  jarak.  Selain  itu,   juga sebagian  karyawan  bekerja  dari  rumah mereka,’’ terangnya.

Bahkan  kata  Johanes  Rettob, sebagian    karyawan  yang telah  cuti  di luar  lokasi  perusahaan  dan tidak bisa kembali  karena  ter-lockdown, namun  hak-haknya   tetap dibayarkan   dan tidak  dikurangi.    ‘’Karena  situasi  yang membuat  mereka   belum bisa  kembali  ke tempat kerja. Tapi  bagi  mereka yang  bisa kerja dari jarak  jauh,  tetap    bisa  melaksanakan  pekerjaanya,’’ tandasnya.

Sumber : https://www.ceposonline.com/2020/05/08/karyawan-korindo-dilarang-belanja-di-pasar/

Penulis
Generic placeholder image

fannykaunang

Adalah seorang developer aplikasi di Kabupaten Merauke.

Berita Lainnya

Berita Lainnya Terkait COVID-19

21 Desember 2020 : Penambahan 28 Kasus Konfirmasi Positif Covid19 dan 1 Kasus Meninggal di Merauke

21 Des 2020 13:42

SATGAS COVID-19 KAB. MERAUKE - Penambahan 28 Kasus Konfirmasi Positif Covid19 dan 1 Kasus Meninggal di Merauke pada tanggal 21 Desember 2020 merupakan jumlah akumulasi terbanyak sepanjang sejarah Kabupaten Merauke dilanda krisis pandemi CoronaVirus pada Maret 2020 lalu. Serta, merupakan kasus konfirmasi meninggal pertama di Kabupaten Merauke.

Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke.

Masyarakat tetap diminta selalu mengutamakan perilaku 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dan menerapkan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) dalam kehidupan sehari-hari guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Selengkapnya
Update Covid 7 Desember 2020 : Rekor baru kasus konfirmasi tertinggi di Merauke

07 Des 2020 21:34

Update Data terbaru Covid-19 tanggal 7 Desember 2020, Merauke cetak rekor kasus konfirmasi tertinggi selama terjadinya pandemi bulan Maret lalu.

Setelah sehari sebelumnya terdapat 40 kasus konfirmasi. maka, saat ini meningkat menjadi 45 kasus.

Selengkapnya
Syarat Keluar Masuk Kabupaten Merauke Di Tengah Pandemi Covid-19

17 Nop 2020 18:36

Situasi pandemi Covid-19 masyarakat dihimbau agar tetap beraktivitas dirumah untuk mengurangi penyebaran.

Meskipun kunjungan ke beberapa daerah tidak dilarang, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 memberikan persyaratan khusus untuk bisa keluar-masuk wilayah Kabupaten Merauke.

Tim Gugus Tugas telah membuat aplikasi dari Google Form untuk persyaratan keluar-masuk tersebut.

Berikut adalah link yang dapat di akses dan di isi oleh calon masyarakat yang ingin keluar maupun masuk wilayah Merauke Surat Ijin Keluar Masuk

Selengkapnya
SIKM Merauke Online (SIPACE)

25 Agust 2020 00:32

Sistem Pelayanan Cepat Online (SIPACE), adalah sebuah aplikasi/fitur dari Google (Google Form) yang dikembangkan oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke.

Aplikasi ini digunakan untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke Wilayah Kabupaten Merauke. Asisten 3 Sekda Merauke, Yacobus Duwiri, SE, M.Si mengungkapkan pengurusan bisa langsung diakses melalui telepon pintar masing-masing.

“Iya kita sudah mulai untuk surat izin keluar masuk itu kita gunakan sistem yang kita buat supaya tidak terjadi penumpukan di posko sini, kan kita harus menjaga jarak. Jadi biar mereka yang punya handphone langsung bisa akses saja. Setelah itu kita sudah bisa keluarkan surat rekomendasi pemerikasaannya,” kata Duwiri kepada wartwan, di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2020).

Berdasarkan tahapan yang diberlakukan, masyarakat sebelum mengurus SIKM, terlebih dahulu harus mengurus pemeriksaan kesehatan. “Pertama dia harus lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, baru nanti surat izinnya dikeluarkan,” ujar Pria yang juga menjabat Wakil Sekretasris Satgas Covid-19 ini.

Selengkapnya
Seorang Balita Positif Covid-19, Merauke Tidak Lagi Zona Hijau

01 Jul 2020 23:26

Zona hijau atau status kosong pasien covid-19 di Kabupaten Merauke hanya bertahan dua minggu saja. Seorang balita dinyatakan positif Covid-19, setelah  pemeriksaan swab oleh tim medis gugus tugas Covid-19 Kabupaten Merauke. Dengan adanya pasien postif Covid-19 tersebut,  Merauke tidak lagi menjadi zona hijau.

Juru Bicara Covid-19 di Kabuputen Merauke, dr. Nevile R. Muskita menyampaikan satu orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan rentan waktu 12 hari pasca dinyatakan nol merupakan seorang balita perempuan berusia 4 tahun.

"Seorang anak perempuan umur 4 tahun". ujar Nevile dalam jumpa pers, Rabu (1/7).

Dikatakan Nevile, yang bersangkutan bersama dengan keluarga pada hari Sabtu 27 Juni 2020 berencana pulang ke Makassar. Dan mengikuti rapid tes di Posko Satgas Kantor Bupati Merauke.

"Hari sabtu datang ke posko satgas ditempat rapid tes terkait persyaratan untuk naik pesawat. Dari hasil rapid tes itu, kami menemukam 3 orang hasil rapid tes reaktif yaitu satu keluarga tersebut," kata Nevile.

Tidak menunggu lama, ketiga orang tersebut langsung di karantina di Hotel Asmat. Sembari dilakukan pemeriksaan swab menggunakan PCM.

"Dan ternyata anak tersebut tadi malam dinyatakan terpapar Covid-19," ungkapnya.

Menurut informasi pegakuan keluarga tersebut, lanjut Nevile, mereka berasal dari Kabupaten Asmat.

"Sejak 3 bulan lalu mereka sudah mau ke Makassar, mereka ngaku datang dari Kabupaten Asmat , hanya saja karena lockdown dan selama ini tinggal di Ampera 1," katanya.

Disambung Nevile, tim tengah menelusuri kontak asal penularan anak tersebut.

"Kami masih telusuri kontaknya, rencana orang tua anak itu juga akan di swab untuk mengetahui kemungkinan penularan dari mana. Jika kedua orangtuanya nanti positif kemungkinan dari orang tuanya," tandasnya.

Selengkapnya
Satu Pasien Baru Positif Covid-19, Nevil: Profesinya Sopir Truk

03 Jun 2020 17:17

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita mengungkapkan, seorang pasien, sebelumnya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dievakuasi dari Kali Weda beberapa waktu lalu dan dikarantina di Hotel Asmat, dinyatakan positif Covid-19.  Diketahui setelah hasil sampel dikeluarkan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jakarta.

Hal itu disampaikan Nevil saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di posko Covid-19 Kantor Bupati Merauke, Rabu (3/6). Menurutnya, bersangkutan melakukan kontak sebelumnya dengan pasien 14 yang positif dan sudah sembuh.

“Sebelum dievakuasi dan dikarantina, dia tinggal lima hari di rumahnya di Kali Weda. Oleh karena hasil sampel dinyatakan positif, maka tadi pagi keluarganya dievakuasi dan dikarantina di Hotel Asmat untuk diambil sampelnya,” ungkap dia.

Sesuai rencana, besok ada beberapa petugas dari Jayapura tiba di Merauke dan melakukan test cepat menggunakan peralatan di RSUD. Sehingga bisa diketahui hasilnya apakah mereka positif atau negatif.

Ditanya berapa orang keluarga pasien itu, Nevil mengaku empat orang. Hanya tiga sudah dievakuasi dan satu lagi masih di Okaba. “Petugas sudah menelpon bersangkutan tadi pagi dan dalam perjalanan pulang untuk dievakuasi,” katanya.

Menyangkut jumlah pasien covid-19 di RSUD Merauke, Nevil menambahkan, masih dua orang. Hanya hasil terakhir didapatkan dari Labkes, keduanya dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah. “Sehingga hanya tersisa satu yang baru itu.”

Untuk pasien dari Boven Digoel, katanya, awalnya lima positif dan dirawat di RSUD Merauke. Dari lima itu, empat dinyatakan sembuh dan tersisa satu. Namun sampel PDP maupun ODP lainnya yang dikirim beberapa waktu lalu, tiga lagi dinyatakan positif.

“Dengan demikian, untuk pasien Boven Digoel yang sedang diisolasi dan menjalani perawatan di RSUD Merauke berjumlah empat orang,”

Sumber: https://metromerauke.com/2020/06/03/satu-pasien-baru-positif-covid-19-nevil-profesinya-sopir-truk/

Selengkapnya

Statistik Kunjungan

195

Hari ini

175

Kemarin

4161

Bulan ini

51696

Tahun ini

128043

Total

14

Online