MERAUKE TANGGAP
COVID-19

Pusat Informasi Pandemi COVID-19 Pemerintah Kabupaten Merauke.

Hubungi Layanan Call Center SATGAS COVID-19 KAB. MERAUKE

082399693240 082399693241

Satu Pasien Baru Positif Covid-19, Nevil: Profesinya Sopir Truk

 Rabu, 03 Juni 2020 17:17  76 kali dilihat

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita mengungkapkan, seorang pasien, sebelumnya Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dievakuasi dari Kali Weda beberapa waktu lalu dan dikarantina di Hotel Asmat, dinyatakan positif Covid-19.  Diketahui setelah hasil sampel dikeluarkan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jakarta.

Hal itu disampaikan Nevil saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di posko Covid-19 Kantor Bupati Merauke, Rabu (3/6). Menurutnya, bersangkutan melakukan kontak sebelumnya dengan pasien 14 yang positif dan sudah sembuh.

“Sebelum dievakuasi dan dikarantina, dia tinggal lima hari di rumahnya di Kali Weda. Oleh karena hasil sampel dinyatakan positif, maka tadi pagi keluarganya dievakuasi dan dikarantina di Hotel Asmat untuk diambil sampelnya,” ungkap dia.

Sesuai rencana, besok ada beberapa petugas dari Jayapura tiba di Merauke dan melakukan test cepat menggunakan peralatan di RSUD. Sehingga bisa diketahui hasilnya apakah mereka positif atau negatif.

Ditanya berapa orang keluarga pasien itu, Nevil mengaku empat orang. Hanya tiga sudah dievakuasi dan satu lagi masih di Okaba. “Petugas sudah menelpon bersangkutan tadi pagi dan dalam perjalanan pulang untuk dievakuasi,” katanya.

Menyangkut jumlah pasien covid-19 di RSUD Merauke, Nevil menambahkan, masih dua orang. Hanya hasil terakhir didapatkan dari Labkes, keduanya dinyatakan sembuh dan boleh pulang ke rumah. “Sehingga hanya tersisa satu yang baru itu.”

Untuk pasien dari Boven Digoel, katanya, awalnya lima positif dan dirawat di RSUD Merauke. Dari lima itu, empat dinyatakan sembuh dan tersisa satu. Namun sampel PDP maupun ODP lainnya yang dikirim beberapa waktu lalu, tiga lagi dinyatakan positif.

“Dengan demikian, untuk pasien Boven Digoel yang sedang diisolasi dan menjalani perawatan di RSUD Merauke berjumlah empat orang,”

Sumber: https://metromerauke.com/2020/06/03/satu-pasien-baru-positif-covid-19-nevil-profesinya-sopir-truk/

Penulis
Generic placeholder image

fannykaunang

Adalah seorang developer aplikasi di Kabupaten Merauke.

Berita Lainnya

Berita Lainnya Terkait COVID-19

21 Desember 2020 : Penambahan 28 Kasus Konfirmasi Positif Covid19 dan 1 Kasus Meninggal di Merauke

21 Des 2020 13:42

SATGAS COVID-19 KAB. MERAUKE - Penambahan 28 Kasus Konfirmasi Positif Covid19 dan 1 Kasus Meninggal di Merauke pada tanggal 21 Desember 2020 merupakan jumlah akumulasi terbanyak sepanjang sejarah Kabupaten Merauke dilanda krisis pandemi CoronaVirus pada Maret 2020 lalu. Serta, merupakan kasus konfirmasi meninggal pertama di Kabupaten Merauke.

Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Merauke.

Masyarakat tetap diminta selalu mengutamakan perilaku 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) dan menerapkan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) dalam kehidupan sehari-hari guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19

Selengkapnya
Update Covid 7 Desember 2020 : Rekor baru kasus konfirmasi tertinggi di Merauke

07 Des 2020 21:34

Update Data terbaru Covid-19 tanggal 7 Desember 2020, Merauke cetak rekor kasus konfirmasi tertinggi selama terjadinya pandemi bulan Maret lalu.

Setelah sehari sebelumnya terdapat 40 kasus konfirmasi. maka, saat ini meningkat menjadi 45 kasus.

Selengkapnya
Syarat Keluar Masuk Kabupaten Merauke Di Tengah Pandemi Covid-19

17 Nop 2020 18:36

Situasi pandemi Covid-19 masyarakat dihimbau agar tetap beraktivitas dirumah untuk mengurangi penyebaran.

Meskipun kunjungan ke beberapa daerah tidak dilarang, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 memberikan persyaratan khusus untuk bisa keluar-masuk wilayah Kabupaten Merauke.

Tim Gugus Tugas telah membuat aplikasi dari Google Form untuk persyaratan keluar-masuk tersebut.

Berikut adalah link yang dapat di akses dan di isi oleh calon masyarakat yang ingin keluar maupun masuk wilayah Merauke Surat Ijin Keluar Masuk

Selengkapnya
SIKM Merauke Online (SIPACE)

25 Agust 2020 00:32

Sistem Pelayanan Cepat Online (SIPACE), adalah sebuah aplikasi/fitur dari Google (Google Form) yang dikembangkan oleh Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke.

Aplikasi ini digunakan untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dari dan ke Wilayah Kabupaten Merauke. Asisten 3 Sekda Merauke, Yacobus Duwiri, SE, M.Si mengungkapkan pengurusan bisa langsung diakses melalui telepon pintar masing-masing.

“Iya kita sudah mulai untuk surat izin keluar masuk itu kita gunakan sistem yang kita buat supaya tidak terjadi penumpukan di posko sini, kan kita harus menjaga jarak. Jadi biar mereka yang punya handphone langsung bisa akses saja. Setelah itu kita sudah bisa keluarkan surat rekomendasi pemerikasaannya,” kata Duwiri kepada wartwan, di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2020).

Berdasarkan tahapan yang diberlakukan, masyarakat sebelum mengurus SIKM, terlebih dahulu harus mengurus pemeriksaan kesehatan. “Pertama dia harus lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu, baru nanti surat izinnya dikeluarkan,” ujar Pria yang juga menjabat Wakil Sekretasris Satgas Covid-19 ini.

Selengkapnya
Seorang Balita Positif Covid-19, Merauke Tidak Lagi Zona Hijau

01 Jul 2020 23:26

Zona hijau atau status kosong pasien covid-19 di Kabupaten Merauke hanya bertahan dua minggu saja. Seorang balita dinyatakan positif Covid-19, setelah  pemeriksaan swab oleh tim medis gugus tugas Covid-19 Kabupaten Merauke. Dengan adanya pasien postif Covid-19 tersebut,  Merauke tidak lagi menjadi zona hijau.

Juru Bicara Covid-19 di Kabuputen Merauke, dr. Nevile R. Muskita menyampaikan satu orang yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan rentan waktu 12 hari pasca dinyatakan nol merupakan seorang balita perempuan berusia 4 tahun.

"Seorang anak perempuan umur 4 tahun". ujar Nevile dalam jumpa pers, Rabu (1/7).

Dikatakan Nevile, yang bersangkutan bersama dengan keluarga pada hari Sabtu 27 Juni 2020 berencana pulang ke Makassar. Dan mengikuti rapid tes di Posko Satgas Kantor Bupati Merauke.

"Hari sabtu datang ke posko satgas ditempat rapid tes terkait persyaratan untuk naik pesawat. Dari hasil rapid tes itu, kami menemukam 3 orang hasil rapid tes reaktif yaitu satu keluarga tersebut," kata Nevile.

Tidak menunggu lama, ketiga orang tersebut langsung di karantina di Hotel Asmat. Sembari dilakukan pemeriksaan swab menggunakan PCM.

"Dan ternyata anak tersebut tadi malam dinyatakan terpapar Covid-19," ungkapnya.

Menurut informasi pegakuan keluarga tersebut, lanjut Nevile, mereka berasal dari Kabupaten Asmat.

"Sejak 3 bulan lalu mereka sudah mau ke Makassar, mereka ngaku datang dari Kabupaten Asmat , hanya saja karena lockdown dan selama ini tinggal di Ampera 1," katanya.

Disambung Nevile, tim tengah menelusuri kontak asal penularan anak tersebut.

"Kami masih telusuri kontaknya, rencana orang tua anak itu juga akan di swab untuk mengetahui kemungkinan penularan dari mana. Jika kedua orangtuanya nanti positif kemungkinan dari orang tuanya," tandasnya.

Selengkapnya
Jenazah ABK KMN Gemilang Samudera Dievakuasi Menggunakan APD

11 Mei 2020 19:55

Seorang Anak Buah Kapal KMN Gemilang Samudera yang meninggal di tengah laut dievakuasi oleh Tim Gabungan ke RSUD Merauke saat kapal yang membawa jenazah tersebut tiba di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, Minggu (10/5). Kapal yang membawa jenazah tersebut tidak diperbolehkan sandar di dermaga.

Kapolres Merauke  AKBP Agustinus  Ary Purwanto, SIK melalui Kasat Polair AKP Micha P.  Toding, SH, SIK membenarkan ketika dikonfirmasi beberapa saat setelah evakuasi jenazah tersebut.

Diketahui, ABK yang meninggal di atas KMN. Gemilang Samudra GT. 140 bernama  Suryana (47) di Perairan Arafura, Minggu (10/5) sekira pukul 06.00 WIT. Korban merupakan warga  Blok Pegenjan Barat  RT 002/ RW 001 Kel. Balerante, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Kasat menjelaskan, jenazah korban dievakuasi dengan APD Covid-19, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Kronologis kejadiannya, lanjut Kasat Polair, bahwa pada tanggal 31 Januari 2020 sekitar  pukul 18.00 WIT, KMN. Gemilang Samudra  bertolak dari PPN Merauke menuju ke Fishing Ground Area untuk melakukan kegiatan memancing cumi.

Tepat di perairan Arafura Kabupaten  Merauke, setelah tiba di perairan tersebut kapal beraktifitas seperti biasa. Lalu  pada 7 Mei 2020, korban  Suryana mengeluh sakit perut sampai di bagian ulu hati dan merasakan sesak nafas, tetapi saat itu korban masih dapat melakukan aktifitas kesehariannya seperti  makan, minum dan BAB seperti biasannya.

Namun kondisi badan korban terasa sangat lemas, dan setelah Nahkoda mengetahui korban sakit,  Nahkoda langsung mengarahkan KMN. Gemilang Samudra GT.140 masuk ke pangkalan Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke untuk mengantar korban berobat ke rumah sakit.

Dalam perjalanan masuk ke Pelabuhan Perikanan Merauke, Minggu (10/5)  pukul 06.00 Wit, korban meninggal dunia. “Saat itu kapal sudah berada di sekitar perairan Kumbe, kemudian Nahkoda menyampaikan kejadian tersebut kepada pengurus kapal yang berada di Merauke untuk persiapan dilakukan evakuasi terhadap korban,” jelasnya.

Kemudian, Minggu (10/5) sekira pukul 16.10 WIT, kapal tersebut tiba di sekitar areal kolam  depan Pelabuhan Perikanan Nusantara Merauke, selanjutnya jenazah korban langsung dievakuasi oleh Sat Polairud, petugas dari RSUD Merauke dan Petugas Kesehatan Pelabuhan Merauke dengan menggunakan 2  unit speed boat Polairud

Sumber : https://www.ceposonline.com/2020/05/11/jenazah-abk-kmn-gemilang-samudera-dievakuasi-gunakan-apd/

Selengkapnya

Statistik Kunjungan

223

Hari ini

239

Kemarin

3279

Bulan ini

42432

Tahun ini

118779

Total

6

Online